Senin, 19 September 2011

Laporan Praktikum Biologi Unit IV

HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar dengan judul ”ANATOMI HEWAN  VERTEBRATA” di susun oleh :
            Nama       : IDIL AKBAR
            Nim          : 101204017
            Kelas/Klp : A / I
Telah diperiksa dengan seksama oleh Asisten / koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima

                                                                                    Makassar,    Desember 2010
     
             Koordinator Asisten,                                                Asisten,
                                                                                                       

        
             Muh.Rizaldi Trias Jaya Putra                                   NURLIA
             NIM.081 404 028                                                 NIM. 081 404 019
                                                              
                                                               Mengetahui,
                                                     Dosen Penanggung Jawab


                                                       Drs. H.Hamka L,MSi.
                                                     NIP.19621231 19702 1005



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Struktur tubuh hewan yang umum kita amati terdiri dari berbagai organ. Organ-organ tersebut melakukan suatu fungsi yang sangat berguna bagi kehidupan makhluk hidup (hewan tersebut). Dengan adanya organ tesebut maka dengan sendirinya makhluk hidup dapat bertahan hidup dan melakukan aktivitasnya serta berinteraksi dengan sesama. Karena adanya organ tersebut sehingga makhluk hidup dapat berdiri, berlari, makan, melompat dan sebagainya.
Umunya yang kita amati  adalah sebagian saja atau bagian luarnya saja, maka perlunya diadakan sebuah percobaan untuk mengamati bagian-bagian organ yang tersembunyi di bagian dalam tubuh makhluk hidup. Untuk itu di adakan pengamatan anatomi hewan vertebrata. Pada pengamatan hewan vertebrata yang akan dilakukan, maka kita menggunakan katak sawah atau Rana cancanivora. Katak sawah dijadikan sampel pada percobaan ini tentu dengan alasan karena katak bisa memberikan gambaran umum organ-organ utama pada hewan vertebrata.
Percobaan  ini, yang menjadi tujuan utama yaitu untuk mengenal bagian-bagian makhluk hidup betulang belakang secara umum. Hal ini dikarenakan bahwa makhluk hidup bertulang belakang adalah makhluk hidup yang paling banyak hidup di muka bumi.
Selain itu, manusai merupakan makhluk hidup yang berada dalam kategori makhluk hidup bertulang belakang. Sehingga pengetahuan tentang makluk hidup bertulang belakang merupakan sesutau yang harus dipelajari oleh kita. Baik itu kalangan yang sudah tua atau yang masih muda.
Hal di atas menjadi bukti bahwa sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup vertebrata sangatlah penting dalam kehidupan kita. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia merupakan salah satu makhluk hidup bertulang belakang dari sekian banyaknya makhluk hidup yang bertulang belakang.
B.     Tujuan Percobaan
Kegiatan praktikum ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengenal betuk, warna, dan letak organ serta hubungannya dengan organ lain dalam sutatu system organ.
C.    Manfaat Percobaan
Dengan melakukan praktikum ini mahasiswa secara langsung dapat :
1.      Mengetahui nama-nama organ penyusun tubuh hewan vertebrata sekaligus nama latinnya.
2.      Mengetahui bentuk-bentuk dan warna organ tersebut secara mendetail.
3.      Mampu membedakan sistem-sistem organ hewan vertebrata
4.      Menjadi motivasi untuk melakukan percobaan lain.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
               
Amphibi berarti “ dua kehidupan “, yang mengacu kepada metarmofosis banyak jenis katak. Kecebong, yang merupakan tahapan larva dari seekor katak, umumnya adalah herbivora akuatik dengan insang, sistem gurat sisi yang mirip dengan ikan, dan ekor panjang bersirip. Kecebong tidak memiliki kaki dan berenang dengan cara menggeliat seperti leluhurnya yang mirip ikan. Selama metarmofosis yang berakhir dengan “ kehidupan ke dua “, kaki berkembang, insang dan sistem gurat sisi menghilang. Tetrapoda muda dengan paru-paru untuk bernapas, sepasang gendang telinga eksternal dan sistem pencernaan yang diadaptasikan untuk mengkonsumsi makanan sebagai hewan karnivora, merangkak ke tepian dan melalui kehidupan di darat (Suntoro, 1994).
Meskipun menyandang nama amphibia, banyak jenis katak yang tidak melalui tahapan kecebong akuatik, dan banyak amphibian tidak hidup di dua kehidupan akuatik dan terrestrial. Beberapa katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan ada yang hidup di darat. Selain itu, larva salamander dan caecilian sangat menyerupai bentuk hewan dewasa, dan baik larva maupun hewan dewasa itu adalah karnivora. Misalnya mempertahankan insang dan ciri larva lainnya ketika mencapai kematangan seksual. Bahkan katak yang beradaptasi dengan habitat yang lebih kering menghabiskan banyak waktunya di dalam lubang sarang atau di bawah daun yang lembab, dimana kelembapan sangat tinggi. Sebagian besar amphibia sangat bergantung pada kulitnya yang lembab untuk melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya. Beberapa jenis spesies darat tidak memiliki paru-paru dan benapas hanya melalui kulit dan rongga mulutnya tersebut (Suripto, 2000).
Tubuh hewan terdiri dari berbagai organ tubuh. Organ-organ yang bekerja sama dalam melakukan fungsi yang lebih tinggi membentuk organ. Dalam praktikum ini akan dilakukan pengamatan susunan anatomi tubuh katak sawah ( Rana Cancarivora ). Anatomi katak dapat memberikan gambaran umum organ-organ utama pada hewan vertebrata. Pengamatan anatomi suatu hewan diperlukan pembedahan untuk memudahkan mengamati bentuk, kedudukan dan hubungannya dengan organ lain. Yang akan di amati pada praktikum ini adalah system pencernaan, peredaran darah, pernapasan, ekskresi, dan reproduksi
(  Tim Pengajar FMIPA UNM, 2010 ).
Katak termasuk kedalam kelompok vertebratea. Katak sendiri dikelompokkan kedalam kelas amphibia dan dikelompokkan lagi menjadi 3 subkelas yaitu : Stegocephala, Caudate, dan Salienta ( Anura ). Nama latinnya Rana cancarivora.
Secara garis besar bentuk daripada katak yaitu badan yang ditutupi kulit yang basah, lembab dan terdapat kelenjar-kelenjar, warna tubuh hijau, warna varian lainnya kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Pada bagian caput terdapat celah mulut (rima oris) yang dibangun oleh maxilla dan mandibula. Lubang hidung luar (nares externa) yang berjumlah sepasang dan menembus sampai ke rongga mulut. Mata (organon visus) yang besar. Pada mata terdapat selaput mata khas pada katak, yakni membrana nictitans. Seain itu juga terdapat pupil, iris dan sepasang kelopak mata pada masing-masing mata
(Anonima, 2010).
Pada bagian truncus ­katak, ditutupi kulit yang selalu basah, halus, berlendir, dan terdapat kelenjar-kelenjar seperti kelenjar yang menghasilkan pigmen warna kulit katak dan kelenjar yang menghasilkan mucous. Daerah truncus yang dilapisi kulit, memiliki tekstur kulit yang berlipat-lipat yang terbentuk dari penebalan kulit. Ada lipatan yang menjulur sepanjang punggung yang disebut juga plicae dermales dorsolateralis dan ada juga lipatan kulit yang tidak teratur di bagian-bagian samping-punggung katak ­yang disebut juga plicae dermales longitudinale. Anggota gerak depan berjumlah sepasang, masing masing mempunyai bagian, yakni lengan atas “brachium” (disokong oleh os humerus), lengan bawah “antebrachium” (disokong oleh os radio-ulna), dan telapak  (Anonimb, 2010).
Pada bagian extremitas anterior memiliki 4 buah jari-jari (digiti) tidak ditemukan selaput renang (membrana digiti). Anggota gerak belakang juga berjumlah sepasang, masing masing mempunyai bagian, yakni paha “femur” (disokong oleh os femur), kaki bawah-betis “crus” (disokong oleh os tibia-fibula), dan telapak kaki “pes” (disokong oleh os tarsus dan os metatarsus). Pada bagian extremitas posterior memiliki 5 buah jari-jari (digiti) dan memiliki selaput renang (membrana digiti). Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek (Wahyuningsih, 1999).
Kelas Amphibia  memiliki  ciri-ciri  khusus yaitu, kulit selalu basah dan berkelenjar, tidak bersisik luar. Memiliki dua pasang kaki untuk berjalan dan berenang. Terdapat dua buah neres ( lubang hidung sebelah luar ) . Skeleton sebagian besar berupa tulang keras.Cor ( Jantung ) terbagi atas tiga ruang . Otak memiliki 10 pasang nervi aranialis. Suhu tubuh tergantung pada suhu lingkungan
 (Sutarno, 2001).


BAB III
METODE PERCOBAAN



A.    Waktu dan Tempat
Hari /tanggal  : Rabu/ 14 November 2010
Waktu            : Pukul 10.15 s.d 12.00 WITA
Tempat           : Laboratorium Biologi Lantai 3 Timur, FMIPA UNM
B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Botol pembunuh
b.      Baki bedah
c.       Alat bedah
d.      Gunting
e.       Pinset
f.       Jarum
g.      Scalpel
2.      Bahan
a.       Katak Sawah (Rana cancanivora )
b.      Kapas
c.       Kloroform
C.    Prosedur Kerja
1.      Pengamatan luar
a.       Mematikan katak
Mengambil segumpal kapas, membasahinya dengan kloroform lalu di masukkan ke dalam botol pembunuh yang berisi katak. Menutup botol rapat-rapat dan membiarakan hingga kataknya mati.
b.      Mengeluarakan katak yang sudah tidak  bergerak dan meletakkannya ke atas baki bedah.
c.       Mengamati bagian luar katak
d.      Mengamati mata kelopak dan selaput lender
e.       Mengamati lubang hidung luar
f.       Mengamati tympanum, selaput pendengaran
g.      Mengamati celah mulut
h.      Tungkai depan :
1.      Lengan atas ( branchium )
2.      Lengan bawah ( ante branchium )
3.      Telapak ( manus )
4.      Jari-jari (digiti )
i.        Tungkai belakang
1.      Paha (femur )
2.      Betis (crus )
3.      Telapak bersatu (pes )
4.      Jari-jari berselaput renang
j.        Mengamati kloaka
k.      Meraba permukaan kulit dan memperhatikan warnanya
l.        Menggambar dari arah punggung dan memberi nama bagian-bagian tersebut.
2.      Pembedahan
a.       Meletakkan punggungnya diatas baki bedah, memaku keempat kakinya dengan jarum pada lilin sehingga tidak goyang.
b.      Menjepit bagian bujur kulit dengan pinset dan bagian perut dekat paha, kemudian diangkat sedikit lalu memotong melintang kulit bawah yang di jepit dengan pinset, sehingga terbentuk celah pada kulit perut.
c.       Memasukkan ujung gunting yang tumpul pada celah kulit tersebut kemudian menggunting kulit kearah kepala sampai gunting tertumbuk, menggunting kearah pangkal kedua paha.
d.      Menggunting kulit kearah samping kiri dan kanan sehingga kulit perut bisa tersingkap, kemudian memeriksa perlekatan pada kulit jaringan otot.
e.       Memperhatikan pula  bagian otot perut, tampak garis putih membujur sepanjang otot perut disebut linea alba.
f.       Menjepit otot perut dengan pinset di samping linea alba dan menggunting melintang sehingga terbentuk celah. Memasukkan ujung gunting yang tumpul ke dalam otot perut dan memulai menggunting juga kearah  kepala sampai bawah rahang kemudian melanjutkan pengguntingan sampai pangkal paha.
g.      Menyingkap jaringan otot perut kesamping kiri dan kanan sehingga terbuka rongga perut dan tampak jeroan.
3.      Pengamatan Sistem Pencernaan
a.       Membuka celah mulut dengan scalpel dan gunting. Mengamati bentuk gigi, meraba dengan jari geligi pada rahang atas dan gigi vomer dan langit-langit.
b.      Menarik lidahnya keluar dengan menggunakan pingset,m mengamati bentuk dan kelengkapannya.
c.       Mengamati rongga perut yang berisi jeroan, mengamati bentuk dan warna:
1.      Hati sebelah kanan ada beberapa lobus mencari kantong empedu dan bagaimana warnanya.
2.      Lambung sebelah kiri hati, akan tampak duodenum dan pancreas.
3.      Merunut usus halus hingga usus tebal, memperhatikan pertemuannya.
4.      Rectum yang belok ke kloaka
4.      Pengamatan system peredaran darah
a.       Mengarah kepala dari hati, tampak jantung dan selaput.
b.      Menusuk selaput pembungkus jantung dengan jarum atau scalpel sampai pecah, mengamati bentuk dan bagian :
1.      Bilik ( ventrikel)
2.      Serambi (atrium )
3.      Pembuluh nadi utama (trunkus arteriosus) yang keluar dari ventrikel kemudaian bercabang menjadi dua aorta, kiri dan kanan.
c.       Mengganbar bagian jantung dan member nama bagian tersebut.
5.      Pengamatan system pernapasan.
a.       Memperhatikan bagian sebelah kanan hati dan sebelah kiri lambung, tersembul bagian paru-paru.
b.      Dengan sedotan limun yang ujungnya dimasukkan kedalam lubang pangkal tenggorokan (membuka mulut ) meniup pangkalnya perlahan, maka akan mengembung paruh-paruh, pembuluh darah paru-paru.
c.       Membuat gambar system pernapasan katak ini.
6.      Pengamatan system reproduksi dan ekskresi
a.       Melepaskan organ-organ pencernaan, mulai pada lambung sampai pada rectum serta mesentrium yang mememgangnya.
b.      Sepasang ginjal akan tampak bulat lonjong melekat pada bagian belakang rongga perut selanjutnya mengamati :
1.      Ginjal dengan kelenjar adrenal
2.      Badan lemak (corpus adiposum) kekuningan berjumbai.
3.      Saluran ginjal (ureter dari ginjal) menuju kantung empedu.
c.       Pada katak jantan ureter ini disebut juga dustus urospermetikum. Testis terletak di sebelah atas ginjal bulat kecil berhubungan dengan ginjal melelui vas deverensia.
d.      Pada katak betina ada sepasang ovarium pada bagian kiri dan kanan. Mengangkat sedikit ovarium dan akan tampak oviduk saluran berkelok-kelok putih bermuara pada kloaka sedang ujngnya berupa corong (ostium) di dekat jantung.
e.       Membuat gambar bagian system urogenitalia katak, dan memberi nama-nama bagiannya.




BAB IV
HASIL DAN PENGAMATAN


A.   Hasil Pengamatan
Gambar 1. Morfologi Katak
Morfologi Katak 
Keterangan : 

1. Rima Ovis
2. Hidung

3. Digiti

4. Kelopak mata bawah
5. Orbita

6. Kelopak mata atas
7. Ante Branchium
8. Punggung

9. Femur

10. Crus

11. pes

12. Selaput renang
13. Digiti






B.    
 Gambar 2. Sistem Pernapasan
Sitem Pernapasan (respirasi) 
Keterangan : 

1. Trakea
2. Bronkus
3. Bronkeolus
4. Paru-paru Kanan
5. Paru-paru Kiri
6. Alveolus







     Gambar 3. Mulut Katak
Mulut Katak 
Keterangan : 

1. Rahang Atas
2. Lubang Hidung Dalam
3. Gigi (Vormer)
4. Langit-langit
5. Lidah
6. Rahang Bawah


      Gambar 4. Sistem Ekskresi
 System Ekskresi
 Keterangan :

1. Jaringan Adipose
2. Medula
3. Ginjal
4. Ureter
5. Kantong Urin
6. Kloaka

      Gambar 5. Sistem Reproduksi katak Jantan
 Sistem Reproduksi Katak Jantan
Keterangan : 

1. Adipose
2. Testis
3. Vas Deverens
4. Kantung Kemih
5. Kloaka

      Gambar 6. Sistem Reproduksi Katak Betina
Sistem Reproduksi Katak Betina 
Keterangan : 

1. Adipose
2. Oviduct
3. Kloaka
4. Kantung Kemih
5. Ovarium

     Gambar 7. Sistem sirkulasi
 Sistem Sirkulasi
Keterangan : 

1. Aorta
2. Atrium Dexter
3. Atrium Sinister
4. Ventrikel




 Gambar 8. Sistem Pencernaan
 Sistem Pencernaan
 Keterangan :

1. Mulut
2. Pharing
3. Eshopagus
4. Ventrikulum
5. Intestine Minor
6. Intestine Mayor
7. Kloaka
8. Vesike Relea
9. Hepar

 Gambar 9. Anatomi Katak
 Anatomi Katak
Keterangan : 

1. Jantung
2. Paru-paru
3. Lambung
4. Usus Besar
5. Usus halus
6. Empedu


B.     Pembahasan
1.      Morfologi Katak
Tubuh katak terdiri atas kepala dan badan. Pada kepala terdapat :
a.       Kavum Oris (rongga mulut) yang didalamnya terdapat gigi vormer, maxilla (rahang atas), palatum (langit-langit), lubang telinga dalam, lidah, mandibula (rahang bawah), lubang hidung dalam.
b.      Sepasang mata yaitu terdiri dari kelopak dan selaput tidur, yang berfungsi untuk menjaga mata ketika ia sedang tidur.
c.       Lubang hidung luar, ada sepasang terletak di ujung depan.
d.      Telinga dan Tympanium (selaput pendengar). Selaput ini pinggirannya disokong oleh suatu cincin yang disebut annulus timpani. Fungsinya untuk menerima gelombang suara.
Badan katak terdiri atas :
a.       Tungkai depan yang terdiri dari, lengan atas (branchium), lengan bawah (ante branchium), telapak (manus), dan jari-jari (digiti) yang berjumlah 4 digiti.
b.      Tungkai belakang yang terdiri dari paha (femur), betis (crus),  telapak bersatu (pes), dan jari-jari berselaput renang yang berjumlah 5 digit.
c.       Kloaka, yang berfungsi sebagai saluran akhir dari segala proses di dalam tubuh katak termasuk juga sebagai saluran reproduksi.

2.      Sistem Pencernaan
Mekanisme sistem pencernaan katak adalah:
Kavum Oris èEsofagus èHepar èKardia èVesika relea èPankreas          èFundus èPilorus èIntestinumè Rektumè Kloaka.
Kavum oris yang didalamnya terdapat lidah yang bercabang, berfungsi untuk menangkap mangsa, gigi hanya terdapat pada rahang atas dan langit-langit, yang disebut gigi vormer. Kelenjar ludah menghasilkan ludah yang berfungsi membantu menelan makanan. Kerongkongan merupakan saluran pendek menuju lambung. Lambung didalamnya terdapat pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Di usus terdapat makanan yang lumat. Sari-sari makanan diserap oleh pembuluh-pembuluh kapiler darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sedangkan sisa makanan dibuang melalui kloaka.
3.      Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah terjadi di jantung, yang terdiri dari aorta, atrium (kiri dan kanan), pericardium, ventrikel. Sistem peredaran darahnya tertutup yang dibangun sebagai jantung sebagai organ utamanya, serta pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.
4.      Sistem pernapasan
Alat penapasan katak terdiri dari kulit, paru-paru, dan difusi melalui selaput mulut. Pada paru-paru katak dewasa terdapat bronkus dan ujung batang tenggorok yang bercabang dua yang disebut bronkiolus. Cabang yang paling akhir berhubungan dengan alveolus yaitu gelembung paru-paru sebagai tempat terjadinya pertukaran gas. Paru-paru dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru (pleura) yang mengandung kapiler darah, disinilah oksigen berdifusi ke dalam darah sedangkan karbondioksida dan air dilepaskan ke dalam udara alveolus. Oksigen dalam alveolus berdifusi dan di ikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah menjadi oksihemoglobin (HbO2), kemudian diangkut oleh darah ke seluruh tubuh.
Sistem pernapasan katak melalui dua fase, yaitu:
a.       Inspirasi (mengisap udara dari pulme)
b.      Ekspirasi (mengeluarkan udara dari pulme.
Mekanismenya:
Jantung èArteri èKapiler vase èPembuluh Limfa èCairan Limfa èLimfa
5.      Sistem Ekskresi
Alat ekskresi utama pada katak yaitu ginjal yang bermuara pada kloaka. Kemudian ginjal bersatu dengan saluran yang berasal dari kelenjar kelamin. Limbah hasil metabolisme yang ada dalam ginjal akan disalurkan ke ureter kemudian keluar melalui kloaka.
6.      Sistem Reproduksi
Dalam hal ini adalah katak betina. Pada katak betina, terdapat sepasang garis yang berupa kantong-kantong yang terlipat yang terdiri atas banyak lobi. Saluran telur dengan ujung anterior yang menyempit dan terbuka, yang pada ujungnya terdapat oviduk dan bermuara di kloaka. Alat kelaminnya berupa sepasang ovarium yang di dalamnya terdapat telur (ovum) yang masuk ke lubang uterus, kemudian mengadakan pematangan pada lubang uterus, kemudian dikeluarkan melalui kloaka.




BAB V
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan di atas saya sudah dapat membedakan organ-organ tubuh katak baik morfologi maupun anatominya. Hal ini di karenakan karena tiap-tiap organ tersebut khususnya pada bagian anatominya memiliki warna khusus yang cukup jelas untuk dibedakan. Selain itu tiap-tiap organ ini memiliki perbedaan bentuk yamg sangat signifikan.
Pada bagian anatomi katak terdapat banayak organ yang saling bekerja dan berhubungan satu sama lain. Jika salah satu organ ini tidak bekerja dengan baik maka bisa menyebabkan terganggunya kerja organ lain. Sehingga sebagai gambaran organ manusia, tiap-tiap organ tubuh manusia itu harus di jaga dengan baik.
B.     Saran
1.      Saran untuk praktikan yaitu, praktikan harus memanfaatkan waktu seefisien mungkin serta betul-betul menekuni apa yang sedang di praktikkan.
2.      Saran untuk Laboran yaitu agar kebutuhan dalam praktikum lebih dilengkapi lagi.
3.      Saran untuk Asisten yaitu kami sebagai praktikan berharap mendapat pengarahan yang maksimal sehingga kami bisa melakukan praktikum dengan nyaman dan memperoleh apa yang menjadi tujuan awal.


Daftar Pustaka

. 2010 . Anatomi Hewan Vertebrata.(http://www.wikipediasains.org) Diakses pada hari Rabu, 15 November 2010.

. 2010 .Hewan Vertebrata.(http://bima.biologihewan.co.id). Diakses pada hari Rabu, 15 November 2010. 
Sutarno, Nono, dkk. 2001 . Biologi Umum Lanjutan 1. Makassar : FMIPA UNM
Susilo Handari, dkk.1994.ANATOMI HEWAN. Makassar : FMIPA UNM
Slamet. 1999. Sains Biologi. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Tri Wahyuningsih, dkk.1999.PRAKTIKUM BIOLOGI III. Makassar FMIPA UNM





Jawaban Pertanyaan


1.      Katak digolongkan sebagai kelas Amphibia karena katak dapat hidup di dua alam yaitu di darat dan di air.
2.      Warna katak dapat berubah-ubah karena adanya pigmen pada katak yang dipengaruhi :
-          Hormone
-          Kondisi tubuh
-          Suhu
3.      Pangkal lidah katak melekat pada pangkal rahang bawah, manfaat pada lidah tersebut yaitu agar mudah menangkap mangsa.
4.      Hati dan pangkreas bukan saluran pencernaan karena tidak di lalui pada proses pencernaan tetapi keduanya menghasilkan enzim-enzim pencernaan.
5.      Katak tidak melakukan pernapasan yang pendek karena katak mempunyai Bronkus yang pendek, sehingga penarikan dan pengeluaran udara pada Pulmo tidak dapat dilakukan didalam rongga perut.
Cara katak melakukan pernapasan :
Pertama-tama katak mengisi mulutnya dengan udara melalui lubang hidung dan merendahkan dasar mulutnya, kemudian menutup lubang hidup sebelah dalam, membuka glottis dan menaikkan dasar mulutnya. Selanjutnya udara di bawah ke paru-paru dan kulit untuk di lepaskan.
6.      Darah bersih dan darah kotor tidak bercampur di jantung tetapi bercampur ketika meninggalkan jantung karena bagian ventrikel tidak memiliki pemisah ruang sehingga darah dari jantung dan tubuh bercampur dengan darah yang berasal dari paru-paru.
7.      Pada katak terjadi fertilisasi secara eksternal karena katak betina mengeluarkan telurnya ke dalam kelompok-kelompok di mana kelompok itu dilindungi oleh predator-predator akustik dan benturan-benturan dari benda sekitarnya. Sementara katak jantan terjadi fertilisasi secara internal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar